Sapi Hindu "Suci" dan Islam "Korban"



Ketika Abraham/Ibrahim lahir dari orang tua pembuatn patung, ia diperintahkan tuhan untuk menjadi pengingat pada manusia yang menyimpang pada kerajaan zaman Namrud. Kerajaan tersebut berasal dari peradaban Qabil yang telah menjadi kerajaan, mereka banyak menyembang berhala sebagai tuhan mereka dan menjadikan Sapi menjadi hewan suci pada saat itu.

Abraham/Ibrahim menghancurkan berhala-berhala yang disembah oleh peraban Babilonia yang dibuat oleh ayahnya dan berhala lain yang ada dikerajaan tersebut, dan menyatakan bahwasanya berhala bukanlah tuhan/dewa, karena wujud tuhan itu diluar dari kendali manusia yang tidak menyerupai manusia dan tidak dapat dipikirkan oleh manusia, dan sisitulah letak spesialnya tuhan.

Namun pernyataannya sangat membuat Namrud dan semua orang yang mempercayai berhala itu marah. Abraham/Ibrahim dijatuhi hukuman dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud, namun api tersebut terasa dingin olehnya. Alhasil, Abraham/Ibrahim keluar dari puing pembakaran dengan selamat tanpa terluka sedikit pun.

Kejadian selanjutnya membuat Abraham/Ibrahim diperintahkan tuhan kembali untuk mengingatkan kepada peradan yang menangisi kepergian hewan suci mereka yaitu Sapi, dalam hindu Sapi dianggap sebagai hewan yang sangat suci dan dihormati sebagai Go Mata (ibu sapi) yang memberikan kehidupan tanpa pamrih seperti memanfaatkan susunya untuk mengatasi rasa lapar, jika ingin berpergian mereka tubuhnya untuk mengatasi rasa capek, bahkan dapat memanfaatkan sapi dalam pekerjaan seperti membajak sawah dan tanah liat untuk sumber makanan ajaran hindu. Hal itu membuat mereka banyak yang tidak terima atas kepergian Sapi dan memohon kepada berhala untuk menggantinya dengan yang baru dari kelahiran anak sapi.

Saat itu Ibrahim/Abraham melihat kondisi tersebut, dan langsung merespon bahwa hewan ternak bukanlah untuk dijadikan makhluk yang suci, melainkan untuk dimanfaatkan tubuhnya agar mempermudah kehidupan manusia, tuhan memerintahkan Ibrahim/Abraham untuk menyembelih anaknya yaitu Ismail, namun tuhan menyuruh Ibrahim/Abraham untuk menggantinya dengan hewan ternak. Saat itu, Ibrahim/Abraham hanya memiliki ternak Domba, karena ternak Sapi dikuasai oleh penyembah berhala. Setelah susunya diambil, domba tersebut disembelih Ibrahim/Abraham dan memakan dagingnya, meminum susunya, serta memanfaatkan bulunya menjadi sebuah pakaian didepan orang-orang penyembah berhala, serta Ibrahim/Abraham juga memberitahu untuk memanfaatkan Domba yang hidup untuk mempermudah kehidupan manusia dalam sebuah pekerjaan dan sebagai kendaraan. Namun penjelasan tersebut tidaklah berhasil dilakukan oleh Ibrahim/Abraham menjelaskan bahwa hewan ternak itu sebenarnya bukanlah hewan yang harus disucikan melainkan untuk dimanfaatkan oleh manusia untuk mempermudah kehidupan sehari-hari manusia. Perayaan penyembelihan hewan kurban diberlakukan oleh agama Islam untuk terus memperingatkan agama Hindu agar tidak salah paham dalam memandang seekor Sapi, namun semua itu tergantung dari ajaran dan sudut pandang masing-masing agama.